Dongseongseohaeng (Tur Perdamaian Dunia) dan Aktivitas Perdamaian HWPL
Dongseongseohaeng[1] [東成西行dōngchéngxīxíng = timur ke barat (DSSH)] adalah pekerjaan pergi ke barat dan memberitakan tentang apa yang telah dinubuatkan oleh barat telah digenapi di timur.
Budaya Sorgawi, Perdamaian Dunia, Pemulihan Terang (Heavenly Culture, World Peace, Restoration of Light, HWPL) berarti memiliki suatu tujuan melakukan pekerjaan mengakhiri peperangan-peperangan di seluruh dunia, mencapai perdamaian, dan meninggalkan [perdamaian] sebagai warisan abadi untuk generasi-generasi masa depan melalui budaya sorga.
Ketika pergi dari Korea ke luar negeri, jumlah orang adalah sekitar 7 sampai 8 orang, dan jika kita gabungkan dengan [jumlah] orang-orang kudus di daerah setempat, itu sekitar 50 sampai 100 orang. Apakah kalian pernah menghadiri salah satu acara ini?
Kegiatan-kegiatan perdamaian kita telah melampaui batasan-batasan, ras-ras, dan agama-agama juga. Sama seperti KTT Perdamaian Dunia yang diadakan di Korea, Pria, Wanita, dan Pemuda—ketiga kelompok ini telah menyelenggarakan acara siang dan malam untuk perdamaian. Tujuannya adalah mencapai perdamaian dan pengakhiran peperangan di dunia agar meninggalkan [perdamaian] sebagai warisan bagi generasi-generasi masa depan. Acara-acara itu berkaitan atas kesepakatan untuk perjanjian tertulis tentang pentingnya perdamaian dan kerjasama. Staf untuk acara-acara terdiri dari 5 hingga 7 pria termasuk dewasa muda dan 2 hingga 3 wanita. Bahkan pada acara-acara yang diadakan di luar negeri, setelah acara pertama, masing-masing tim telah mengadakan acara-acara siang dan malam hari. MOU telah ditandatangani dengan kelompok-kelompok wanita dan pemuda, dan kantor-kantor cabang telah didirikan.
Dalam hal makanan, selain sarapan, anggota-anggota lokal menyiapkan makanan-makanan Korea untuk kami. Masalah yang terbesar adalah penterjemahan. Mereka hanya bisa mengerti jika kami berbicara dengan bahasa ibu mereka dan tidak tahu bahasa Inggris sebaik orang-orang di negara kita (orang-orang Korea).
Karena waktu sangat padat, [kami] bahkan tidak punya waktu terbuang satu jam pun. Pada waktu DSSH, Yu Cheonsun (istri) dan seorang penerjemah wanita menemani kami. Selama kegiatan HWPL, Kim ○○ (Perwakilan Kelompok Wanita saat itu) pergi dengan seorang penerjemah.
Kecuali seseorang dilahirkan kembali, cara berpikir seseorang menyebabkan masalah-masalah. Orang-orang percaya harus meninggalkan keserakahan mereka akan uang dan kekuasaan.
※ Jumlah Staf untuk Kegiatan-kegiatan Luar Negeri
○ Putaran Pertama: Pekerjaan gereja DSSH, 4 sampai 5 pria, 2 wanita
Periode: 10-15 hari
○ Putaran Kedua: Pekerjaan perdamaian HWPL, 4 sampai 5 pria, 2 sampai 3 wanita
Periode: 15-20 hari, Keadaan-keadaan Khusus: sekitar 30 hari
Acara: 3-5 hari, makan malam, berbagai organisasi dari dunia akademisi dan politik
Sekitar 10 anggota berangkat pada waktu keberangkatan, sekitar 50-100 anggota lokal
○ Tim: Tamu-tamu Khusus HWPL, Kelompok Wanita (IWPG), Kelompok Pemuda (IPYG), Tim Politik, Tim Pendidikan, Tim Organisasi Umum. Setiap pertemuan tim memiliki sekitar 60 tim. MOU-MOU ditandatangani dengan masing-masing tim.
Bahkan tidak ada waktu untuk istirahat. Tim tersibuk adalah tim media. Uang dalam jumlah yang cukup harus diambil untuk menutupi biaya. Setiap kali kami pergi, kami membawa 15-20 kotak besar hadiah. Karena biaya, tidak banyak orang yang bisa pergi. Sebagian besar acara adalah acara-acara HWPL. Dalam hal Firman dan doktrin, [aku] hanya berkhotbah di gereja-gereja kita di luar negeri.
Melalui aktivitas-aktivitas perdamaian HWPL, dunia politik, dunia keagamaan, dan masyarakat menjadi satu melalui “Kita Adalah Satu” [We Are One].
[1] Dongseongseohaeng (東成西行dōngchéngxīxíng): apa yang digenapi di timur diberitakan ke barat