Yesus Menanggung Salib Kita Menggantikan Kita
Yesus telah menanggung salib menggantikan kita untuk mencegah kita masuk ke neraka. Maka dari itu, [Ia] tidak menuntun kita kepada neraka, tetapi kepada kerajaan sorga. Jika kalian masih tidak mempercayai ini bahkan setelah [Ia] melakukan hal ini, apakah yang kalian dapat katakan? Tanyakanlah kepada diri kalian sendiri.
Mengapakah kalian mempercayai perkataan-perkataan pendeta [kalian] tetapi tidak pada perkataan-perkataan Yesus? Mengapakah kalian tidak mencoba mendengarkan perkataan-perkataan yang diberitakan oleh Shincheonji? Mengapakah kalian menjalankan kehidupan iman kalian dengan cara seperti itu?
Kita, Shincheonji, menguasai Alkitab, dan karena kita telah mengetahui kehendak dan tujuan Allah, kita berteriak dengan keras setiap hari. Namun, [kalian] masih tidak mencoba untuk mendengarkan dan [kalian] tidak mempercayainya. Sebaliknya, [kalian] telah menghina, mengutuk, dan menghalangi.
Banyak martir di bumi ini telah dipukuli sampai mati ketika memberitakan jalan (jalan) Tuhan. Dengan memberitakan jalan, menjadi sebuah dosa di dunia, dan [mereka] dibunuh. Tetapi sorga menghargai para martir tersebut. Hukum manakah yang benar? Hukum sorga ataukah hukum bumi? Yesus telah menggenapi semua hal yang telah Ia janjikan hari ini. Yang telah diciptakan sesuai dengan janji itu adalah 12 suku Shincheonji.
12 suku Shincheonji bukanlah sesuatu yang telah ada sejak masa lalu tetapi sesuatu yang Yesus genapi hari ini. Maka dari itu, Shincheonji menjadi milik Allah dan Yesus. Jika [seseorang] melukai apa yang menjadi milik Allah dan Yesus, [seseorang] akan menerima hukuman. 12 suku ini adalah anak-anak Allah yang lahir dari benih Allah. Apakah yang harus dilakukan untuk dosa menghina dan menghalangi anak-anak Allah? Dengan menciptakan 12 suku Shincheonji, orang-orang berdosa dibuat menjadi orang-orang benar, dosa dan hukum lenyap, kerajaan dunia menjadi kerajaan Allah, dunia dosa berubah dan menjadi kerajaan sorga, dan sorga kemerdekaan, perdamaian, dan kasih di mana Allah memerintah digenapi.