Perjanjian Baru Allah dan Yesus
Allah telah membuat perjanjian dengan bangsa Israel, dan Ia telah memberikan mereka hukum taurat. Namun, Salomo, raja Israel, telah bermurtad dari perjanjian [yang mereka buat] dengan Allah dan bekerja sama dengan bangsa-bangsa asing, melanggar perjanjian seperti Adam (1 Raj 11, Hos 6:7). Oleh karena itu, Israel telah dibinasakan. Namun, Israel dan pendeta-pendeta Yudea dan Yerusalem tidak mengetahui fakta ini dan tidak mempercayai nubuat-nubuat Perjanjian Lama. Sebagai hasilnya, mereka tidak mempercayai Yesus, pendeta yang dijanjikan yang datang pada waktu kedatangan pertama itu, tetapi malahan mereka menyebut-Nya sebagai sesat dan membunuh-Nya. Selain itu, mereka juga mengucilkan rasul-rasul-Nya dan membunuh mereka. Pada waktu itu, Allah berada bersama dengan Yesus. Iman Israel dahulu lebih kecil dibandingkan dari perwira, yang adalah bangsa asing (Mat 8:5-10), demikian juga seorang dari para perampok yang disalibkan bersama Yesus (Lk 23:37-43); [kita] mengetahui kerusakkan Israel ini.
Seperti terlihat di Why 1, Yesus di kedatangan kedua telah datang kembali sebagai roh. Tujuh bintang adalah tujuh utusan, dan tujuh kaki dian emas adalah tujuh jemaat; hal ini adalah yang Yesus telah pakai untuk bekerja pada waktu kedatangan kedua (Why 1:12-16). Setelah peristiwa-peristiwa di Why 2-3, Yesus, yang naik ke takhta di sorga, memanggil Yohanes Baru, yang telah menuliskan surat-surat di Why 2-3, naik ke sorga (Why 4). Sejak waktu itu, Yohanes Baru melihat semua pekerjaan yang Yesus telah lakukan sampai Why 22. Yang menggenapi Wahyu adalah Yesus, dan satu-satunya yang melihat Wahyu digenapi adalah Yohanes Baru (Why 1:2, 22:8). Dengan demikian, Yohanes Baru ini adalah saksi yang telah melihat hal-hal ketika Wahyu sedang digenapi, dan ia adalah pendeta yang Yesus telah janjikan.
Pada waktu kedatangan pertama, Allah berada bersama dengan Yesus, dan pada waktu kedatangan kedua, Yesus berada bersama dengan pendeta yang dijanjikan. Pada waktu kedatangan pertama, Perjanjian Lama telah digenapi, dan pada waktu kedatangan kedua, Perjanjian Baru telah digenapi. Hari ini, orang-orang kudus harus mengenal perjanjian baru, Yesus, dan pendeta yang dijanjikan dari Perjanjian Baru, dan mereka harus menerima dan mempercayai kesaksian dari pendeta yang telah dijanjikan.
Pada waktu kedatangan pertama demikian juga pada waktu kedatangan kedua, ada peperangan antara Allah dan iblis, dan ada penganiayaan dari mereka yang menjadi milik iblis. Ada penganiayaan sampai pada titik kematian. Oleh karena itu, jalan menuju kerajaan sorga adalah jalan yang sesak dan sempit (Mat 7:13-14). Pada waktu kedatangan kedua, itu adalah waktu ketika zaman berubah dan iblis (naga) ditangkap, dan itu adalah waktu ketika Allah datang untuk memerintah pertama kalinya dalam 6.000 tahun. Mari kita menjadi satu dengan Allah dan Yesus.