Penganiayaan Yang Mana Pencuri Berbalik Kepada Tuan Rumah dengan Tongkat dan Bunga Sorga di Tengah-Tengah Siklus yang Jahat
Bunga-bunga yang hidup yang telah bertumbuh di tengah-tengah angin-angin yang keras dan kejam, [mereka] menang dan bertumbuh di tengah-tengah penderitaan dan maut.
Suara ombak-ombak di Samudra Pasifik yang luas dan besar, lautan terbuka yang tidak berujung yang bergelora dan bergelombang, ada satu kapal kecil yang mengapung sendirian. Ke manakah itu akan pergi? Mengalir bersama angin-angin dan ombak-ombak, itu terhanyut. Kehidupan Yohanes di pengasingan, di mana ia terdampar, menaiki kapal yang kecil, itu terhanyut hari ini dan juga besok seperti [itu ada di] sebuah rute laut, seperti rute-kapal Yunus.
Dalam mencari kerajaan sorga Shincheonji, [kita] menyeberangi dan melewati puncak-puncak gunung yang tidak rata. Pergolakan ombak-ombak, berapa banyakkah krisis yang ada? Kapal yang kita naiki, itu seperti bahtera Nuh. Seperti Nuh, yang telah menyambut zaman yang baru dan kerajaan yang baru, anggota-anggota keluarga kita sedang berjalan dengan tubuh-tubuh mereka dimuat dalam Kapal Sorga. Bahkan di dalam penderitaan ataupun kelaparan, kita tidak boleh melewatkan kapal di mana kita berada ini, kapal yang menuju ke sorga. Kita harus berpegangan erat dan pergi ke tujuan.
Ketika kita minum segelas anggur setelah membesarkan buah-buah anggur dengan baik, penderitaan yang sementara pada hari ini akan hilang, dan hati-hati kita akan tersentuh. Setelah dilahirkan dalam satu kehidupan ini sebagai anak laki-laki (manusia), tidak ada sesuatu pun yang tidak dapat [kita] lakukan. Hal itu mungkin jika kita percaya dan melakukannya.
Tempat yang kita sedang tuju adalah kerajaan yang terbesar, kerajaan sorga. Kerajaan sorga ini adalah rumah kita, yang adalah firdaus kasih, kemerdekaan, dan perdamaian, tanpa maut atau penderitaan. Akankah seseorang keluar untuk menyambut kita? Akan ada. Roh-roh para martir yang telah pergi sebelum kita akan dengan sukacita keluar dan menyambut kita. Nyanyian baru yang tersendat, bergelimang kesedihan dan bercucuran air mata, [aku] telah sampai ke kampung halaman dari benih yang telah ditaburkan itu dalam hatiku yang diam (tenang).
Sebanyak ini orang-orang yang telah dimartirkan ini, dan seperti ini, di tengah-tengah maut dan penderitaan, martir-martir hidup yang banyak ini telah menyeberangi pergolakan maut lagi dan lagi dan telah tiba di kerajaan pengharapan dari tujuan [mereka]. Dunia penderitaan iblis semuanya berlalu, dan di dalam firdaus di mana bunga-bunga bermekaran dan burung-burung bernyanyi, rasa syukur dan tarian kemuliaan kehidupan yang baru keluar. Selama-lamanya di kerajaan sorga. Amin.