Janji dengan Dia yang Menang dalam Wahyu
Di Why 2-3, Yesus membuat janji dengan dia yang memerangi dan mengalahkan musuh. Itu adalah janji untuk memberikan berkat-berkat kerajaan surga dan hidup yang kekal jika seseorang menang. Apakah Anda menang?
Dalam Wahyu, ada misteri-misteri (rahasia-rahasia) Allah dan misteri-misteri (rahasia-rahasia) iblis. Apakah Anda tahu ini]? Dalam Wahyu, peperangan antara Allah dan iblis tertulis, dan masing-masing dari misteri-misteri nya (rahasia-rahasia) tertulis. Yesus berbicara dalam perumpamaan-perumpamaan untuk menyembunyikan rahasia-rahasia kerajaan surga dari para tentara iblis. Namun, Dia berjanji bahwa ketika saatnya tiba, Dia tidak akan berbicara secara kiasan, tetapi terus terang. Sejak firman-firman (nubuat-nubuat) Wahyu dituliskan dalam perumpamaan-perumpamaan, seluruh dunia tidak mengetahui artinya selama 2.000 tahun. Namun, sejak saatya tiba dan nubuat-nubuat Wahyu telah digenapi hari ini, realitas-realitas yang telah digenapi, bukan perumpamaan-perumpamaan, sedang disaksikan dengan jelas. Mereka yang percaya akan tahu (Ref. Mat 13:10-15, Yoh 16:25).
Allah dan iblis telah berperang sejak dosa Adam hingga hari ini, dan peperangan dalam Wahyu adalah peperangan terakhir antara Allah dan iblis. Jika seseorang tidak mengalahkan tentara iblis dalam peperangan di Wahyu ini, maka tidak akan pernah ada keselamatan bagi umat manusia. Senjata-senjata yang dengannya seseorang bisa menang adalah darah Yesus dan perkataan kesaksian (Why 12:10-11). Peperangan dalam kitab Wahyu ini akan berakhir dengan kemenangan Allah. Yesus berkata untuk menang dari awal nubuat-nubuat Wahyu (Why 2-3). Sebagai hasil dari kemenangan orang-orang milik Allah di Why 12 dan 16 menurut firman-firman ini, penghakiman atas orang-orang milik iblis terjadi.
66 kitab dalam Alkitab dimulai pada zaman Adam dan diselesaikan dalam Wahyu (Why 21:6). Yesus berkata dalam Doa Bapa Kami untuk berdoa agar kehendak [Allah] terjadi di bumi seperti di surga. Yerusalem Baru digenapi di surga bersama 12 murid Yesus, dan dengan cara yang sama, ke-12 suku langit dan bumi yang baru digenapi di bumi. Dia mengatakan bahwa kedua organisasi ini menjadi satu pada waktu perkawinan di Why 19.
Yesus, yang telah mengalahkan kesusahan besar dan dalam peperangan dahsyat di Wahyu, menuai dan memeteraikan untuk mendirikan ke-12 suku kerajaan yang baru. Tentu saja, mereka yang dituai adalah mereka yang dilahirkan dari benih Allah. Saat ini, si musuh, iblis mati-matian menghalangi agar Wahyu tidak tergenapi. Namun, Shincheonji, [yang para anggotanya] adalah orang-orang yang menang, terus berkembang pesat, melakukan kelulusan 40.000 dan 100.000 dengan penginjilan seperti biasa bahkan setelah menjalani penggeledahan dan penyitaan serta pemenjaraan. Ini adalah pekerjaan, iman, dan kemenangan dari mereka yang menang. Karena Allah, Yesus, para malaikat, dan roh-roh martir bersama Shincheonji, ia mencapai kesuksesan besar dan kemenangan besar. Jumlah anggota jemaat Gereja Protestan, yang menganiaya Shincheonji, berkurang dari hari ke hari, tetapi Shincheonji, yang dianiaya, mencapai kesuksesan besar dan kemenangan besar dari hari ke hari. Amin. Bagaimana mungkin seseorang yang tidak mengetahui hal ini bahkan setelah mendengar dan melihatnya disebut orang percaya?
Makanan bagi orang-orang percaya hari ini adalah Wahyu Perjanjian Baru. Dalam Wahyu, Yesus telah menjanjikan berkat-berkat kerajaan surga dan hidup yang kekal kepada dia yang menang. Orang-orang percaya yang mengharapkan kerajaan surga, marilah kita bertemu dengan pendeta yang dijanjikan, dia yang menang, untuk mendapatkan berkat-berkat kerajaan surga dan hidup yang kekal. Amin.