Kehendak, Tujuan Allah, dan Perjanjian Baru
Meskipun Allah, Sang Pencipta langit dan bumi, telah memberikan semua ciptaan kepada Adam sebagai warisan, Adam dan Hawa disesatkan oleh ular liar (kerub pelindung yang telah bermurtad, Ez 28), dan warisan yang mereka terima diambil olehnya. Allah telah berperang dengan iblis selama 6.000 tahun untuk merebutnya kembali. Yang terakhir dari peperangan ini adalah peperangan di Wahyu.
Sebagai hasil dari kemenangan Allah dalam peperangan di Wahyu, iblis (naga) ditangkap dan dikurung dan Allah memerintah. [Yesus] telah mengatakan untuk melihat dan percaya akan hal ini. Pada saat ini, langit yang pertama dan bumi yang pertama berlalu, langit yang baru dan bumi yang baru (Shincheonji) diciptakan, kerajaan sorga dan Allah datang ke Shincheonji, dan [Allah] memerintah. Baik penyair India Tagore maupun cendekiawan dan nabi periode pertengahan Joseon Sa-Go Nam telah menulis bahwa ini akan terjadi. [Allah] berkata bahwa orang-orang jahat, sesuatu yang lama akan berlalu, sesuatu yang baru akan diciptakan, dan kerajaan sorga di dunia rohani dan Allah akan datang ke Shincheonji. Tempat ini adalah kerajaan sorga di bumi ini.
Wahyu adalah apa yang telah dilihat dan ditulis oleh murid Yesus, Yohanes, dalam sebuah penglihatan. Kehendak dan tujuan Allah adalah untuk menciptakan 12 suku Shincheonji, kerajaan baru dan bangsa baru, sesuai dengan janji dalam Wahyu perjanjian baru dan kemudian datang ke tempat ini. Wahyu ini tidak dapat ditambahkan atau dikurangkan, dan itu digenapi sebagaimana adanya. [Yesus] telah mengatakan untuk melihat dan percaya akan hal ini. Dalam pekerjaan pemulihannya Allah, Taman Eden yang telah hilang kini dipulihkan setelah 6.000 tahun dan [orang-orang di sana] bangkit kembali. Yohanes menuliskan tentang ini secara rinci dalam Wahyu dan membuatnya sehingga seseorang tidak dapat menambahkan atau mengurangkannya. Apakah yang akan dilakukan oleh mereka yang tidak percaya pada dunia besar dari kerajaan sorga ini tetapi disesatkan oleh tipu muslihat licik dan penganiayaan iblis di dunia dosa?
Apakah Anda memahami dan percaya kepada Allah dan janji Yesus, Wahyu, sesuai dengan artinya? Meskipun [Allah] membuatnya sehingga seseorang tidak dapat menambahkan atau mengurangkan dari Wahyu, Gereja-gereja Protestan dan Katolik telah menambahkan dan mengurangkan dari semua Wahyu. Meskipun demikian, mereka menyebut Shincheonji, yang tidak menambahkan atau mengurangkan, sebagai aliran sesat. Ini sama seperti para gembala di Yerusalem telah menyebut Yesus sebagai bidat pada waktu kedatangan pertama. Dunia di mana kebodohan merajalela dan kedurhakaan memerintah—Wahyu adalah penyedot debu yang membersihkan dunia ini. Mereka yang telah dituai dan mereka yang telah dimeteraikan mendapatkan keselamatan, tetapi mereka yang tidak dituai atau dimeteraikan menuju ke neraka, selamat tinggal. Orang-orang kudus Shincheonji telah diciptakan sesuai dengan janji-janji dalam Wahyu Perjanjian Baru, dan mereka akan hidup bersama dengan Allah di langit yang baru dan bumi yang baru, kerajaan sorga. Ini adalah tujuan Allah, dan ini adalah pelaksanaan perjanjian baru. Oleh karena itu, jika seseorang adalah orang percaya yang menaruh pengharapannya kepada Allah dan kerajaan sorga, maka dia tidak boleh menambahkan atau mengurangkan Wahyu tetapi harus menguasai dan menurutinya untuk dapat memasuki kerajaan sorga di mana Allah berada, dan bisa tinggal di sana bersama [Allah]. Amin.